resiko usaha bawang merah

5 Resiko Usaha Bawang Merah yang Perlu Kamu Ketahui

Resiko usaha bawang merah – Bawang merah sebagai salah satu jenis rempah-rempah yang sering dijadikan bumbu pokok suatu masakan tentu banyak dicari oleh orang. Oleh karena permintaannya yang banyak, beberapa orang memutuskan untuk mendirikan usaha menjual bawang merah. Tapi tentunya berjualan bawang merah mempunyai resikonya tersendiri. Apa saja itu? Berikut pembahasannya.

 

Resiko Usaha Bawang Merah

resiko usaha bawang merah

Harganya Tidak Stabil

dikutip dari website bangihsan.com, hal pertama yang senantiasa menjadi suatu masalah pada usaha bawang merah adalah harganya yang tidak stabil. Baik kenaikan maupun penurunan harga bawang merah selalu bergerak drastis sehingga penjual harus selalu awas dengan pergerakan harga jual bawang merah.

Saat harga bawang merah melonjak, penjual masih memiliki resiko kurang pembeli karena harga jual yang dirasa terlalu tinggi dari biasanya. Saat harga bawang merah merosot, penjual tentu akan berhadapan dengan resiko untung yang lebih kecil dari biasanya.

Daya Tahan Barang

Komoditas yang berasal dari pertanian memang dikenal mempunyai daya tahan yang kurang baik, termasuk si bawang merah ini. Bawang merah rawan sekali busuk apalagi jika menumpuk dan tidak lekas dijual.

Tentunya ini menjadi tantangan bagi para distributor dan pengusaha bawang merah untuk segera menjual barang dagangan mereka agar terhindar dari kebusukkan.

Bawang merah yang busuk tentunya tidak akan disukai oleh konsumen dan bahkan bisa membuat citra toko yang menjual bawang merah tersebut menjadi buruk karena konsumen menganggap toko tersebut menjual barang yang tidak layak konsumsi.

Mudah Terserang Hama

Resiko usaha bawang merah selanjutnya dari usaha bawang merah datang ke sang supplier utama atau petani, yaitu tumbuhannya yang rentan diserang oleh hama. Banyak yang menganggap bawang merah merupakan tanaman yang susah untuk dibudidayakan khususnya di lahan yang terbuka.

Bawang merah yang sudah diserang hama tentunya memiliki kualitas yang buruk. Hal ini bisa mendatangkan kerugian baik bagi petani petani dan juga para distributor.

Petani akan kesusahan mendapatkan harga jual yang cocok sementara distributor akan kekurangan stok bawang merah yang berkualitas. Sekalipun distributor memaksa untuk menjual bawang yang diserang hama tersebut, tentu harganya juga akan terbanting parah.

Biaya Produksi Mahal

Modal untuk berjualan apalagi membudidayakan bawang merah secara mandiri pastinya tidaklah sedikit. Ditambah lagi, bawang merah digadang-gadang merupakan tanaman yang perawatannya cukup sulit.

Salah dalam melakukan perawatan bisa berujung fatal seperti gagal panen dan ujung-ujungnya malah buntung dan bukannya untung. Menggelontorkan modal yang sangat besar sekalipun juga tidak menjamin akan menghasilkan hasil yang melimpah pula.

Didukung harga bawang merah di pasaran yang fluktuatif alias tidak stabil, membuat pengusaha bawang merah terkadang tidak bisa membalikkan modal yang telah mereka keluarkan.

Persaingan Yang Ketat

Dengan banyaknya jumlah usaha yang menggunakan bawang merah sebagai barang jualan mereka, tentunya sangat wajar jika jumlah pesaing di pasaran berjumlah banyak. Dengan adanya pesaing, pengusaha tentunya tak bisa seenak jidat menentukan harga dan otomatis mengikuti harga pasar yang berlaku.

Harga jual yang terlalu tinggi akan membuat bawang merah tidak laku, dan sebaliknya harga jual yang murah malah akan mendatangkan kerugian. Ada baiknya sebelum memulai usaha, penjual memahami kondisi persaingan yang ada di pasar dan menemukan pangsa pasar yang tepat.

 

Itulah dia daftar dari resiko-resiko yang harus siap dihadapi dalam melakukan usaha berjualan bawang merah. Selama anda bisa memahami dan melakukan antisipasi terhadap resiko yang ada, tak perlu takut untuk memulai bisnis ini.

Referensi artikel studimsam.com.