Diet Penyakit PCOS, Bolehkah Mengonsumsi Kedelai?

Salah satu kunci dalam menghadapi penyakit PCOS adalah menjalankan diet dengan disiplin. Diet ini akan membantu menjaga kadar gula darah dan menjaga stabilitas hormonal. Namun yang kadang menjadi pertanyaan, dalam menjalankan diet penyakit PCOS, apakah dibolehkan mengkonsumsi kedelai?

Ada informasi yang simpang siur terkait dengan kedelai dan PCOS. Sejumlah informasi meyakinkan bahwa kedelai berbahaya untuk dikonsumsi dalam diet penyakit PCOS. Namun ada pula yang mengatakan justru kedelai baik untuk penderita PCOS. Manakah yang benar?

 

Manfaat Kedelai dalam Diet Penyakit PCOS

PCOS memiliki kaitan erat dengan kondisi hormonal, dimana kadar hormon androgen pada penderita PCOS melebihi kadar seharusnya. Biasanya selaras dengan kondisi tersebut, tubuh juga memproduksi hormon insulin dalam jumlah lebih tinggi akibat kadar gula darah yang relatif tinggi di dalam tubuh.

Sehingga untuk menjaga kondisi pasien PCOS, penting untuk menjalankan diet penyakit PCOS. Diet ini bertujuan untuk menjaga stabilitas kadar gula darah untuk tetap dalam skala normal. Serta membantu memperbaiki keseimbangan hormonal dengan meningkatkan kadar progesteron yang akan membantu memperbaiki skala keseimbangan antara hormon androgen, estrogen dan progesteron.

Selain mengendalikan asupan gula, penderita PCOS juga disarankan mengendalikan asupan Lemak jahat untuk menekan kadar LDL kolesterol dan Trigliserida. Semakin tinggi kadar LDL kolesterol dan trigliserida, semakin tidak seimbang hormon tubuh.

Ini karena lemak memiliki sinergi kuat dengan estrogen. Masalahnya, ketika kadar estrogen meningkat drastis, penderita PCOS justru akan merubah estrogen ini menjadi androgen. Itu sebabnya penting untuk tidak hanya memperhatikan kadar androgen, tetapi juga estrogen.

Termasuk diantaranya mengendalikan asupan makanan yang dapat memicu produksi estrogen. Dalam hal ini termasuk kedelai. Dalam kedelai terkandung isoflavon yang memiliki sifat mimik atau menyerupai karakter estrogen.

Tetapi, apakah isoflavon mempengaruhi produksi androgen menjadi tinggi? Ternyata sifatnya tidak mutlak. Sebagaimana dijelaskan, isoflavon bekerja menjadi mimic estrogen, bukan menjadi estrogen. Meski sifatnya sama, tetapi tubuh tidak dapat merubah isoflavon menjadi Androgen. Jadi selama kadarnya tidak berlebihan, pengaruh isoflavon pada kadar estrogen dalam tubuh tidak signifikan.

Sementara di sisi lain, kedelai justru kaya akan HDL kolesterol, yakni jenis kolesterol atau lemak baik yang sangat aman dikonsumsi tubuh. Kedelai justru memiliki efek menurunkan level LDL kolesterol.

Tidak hanya itu, kandungan dalam kedelai utamanya yang telah difermentasi seperti tempe akan membantu menurunkan level gula darah. Sehingga akan membantu mengatasi gangguan hiperglikemia yang sangat berkaitan langsung dengan naiknya androgen.

Dalam sebuah riset juga disimpulkan bahwa mengasup kedelai pada diet penyakit PCOS akan membantu memperbaiki kesuburan dan meningkatkan kemungkinan hamil. Tentu saja sekali lagi konsumsi kedelai secukupnya saja.

Bolehkah Penderita PCOS mengkonsumsi kedelai?

Dari gambaran yang disampaikan di atas, jelas dapat Anda simpulkan bahwa secara umum kedelai boleh dikonsumsi penderita PCOS. Dalam menjalankan diet penyakit PCOS, Anda perlu memahami, bahwa kedelai sebenarnya masih termasuk dalam menu sehat penderita PCOS. Hanya saja, pastikan konsumsi dalam kadar wajar dan tidak berlebihan.

Anda bisa konsumsi kedelai sudah dalam bentuk fermentasi seperti tempe dan natto. Makanan kedelai yang sudah difermentasi akan mengandung senyawa senyawa baik untuk pemulihan fungsi tubuh dan regenerasi. Ini karena kandungan protein yang tinggi dalam kedelai.

Jangan konsumsi kedelai berlebihan, karena isoflavon yang tinggi dapat menipu tubuh dan mengubah estrogen yang sebenarnya tidak berlebihan jumlahnya menjadi androgen. Jadi meski dikatakan aman, tetap selalu pastikan konsumsi kedelai dalam kadar moderat dan tidak berlebihan saat diet penyakit PCOS.